Ayah, Love You Always




Minggu, 25 November 2018
Ayah, abah, bapak, dan ada banyak panggilan untuknya.
Saya memanggil orang tua laki laki dengan panggilan ayah.
Tampangnya tegas, mungkin pengaruh jambang, kumis dan brewoknya. Bagi orang dewasa yang baru pertama melihat, biasanya menganggap ayah saya galak. Kesan selanjutnya? Ayah jauh dari kesan galak dan sejenisnya. Terbukti, hihu
Itulah mungkin mengapa, banyak bayi atau anak kecil yang baru bertemu dengannya tidak takut atau menangis. Mungkin aura kebapakannya terasa oleh anak anak tersebut.

Ayah hebat, ayah squad
Selalu Merindumu Ayah


Ayah saya berasal dari sebuah desa di Jawa, merantai ke Bandung setelah lulus SMP. Sempat menjadi pengamen kemudian merebot atau penjaga mesjid. Kami bersyukur, mamah yang waktu itu sarjana S1 menerima pinangan ayah, jadi saya lahir menjadi anak mereka, hehe
Kami suka bertanya, kenapa mamah mau menerima padahal ada beberapa laki laki yang mendekat. Alasannya? Karena mamah yakin ayah jodoh mamah, dan akan menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab.
Dududu so sweet

Ketika saya kecil, ayah melanjutkan study, ikut kejar paket C. Kemudian kuliah S1 di Bandung. Setelah itu ikut daftar PNS menjadi guru. Akhirnya menjadi kepala sekolah berkebutuhan khusus di Bogor dan akhirnya menyelesaikan S2 nya. Perjuangannya membuahkan hasil, alhamdulillah.

Ayah selalu mengajarkan kami untuk percaya diri, tidak mudah menyerah dan menikmati hidup yang telah Allah berikan dengan kacamata syukur.
Jika saya mulai mengeluh, sedih atau down, ayah selalu menyemangati dan bilang 'masa gitu, kaya gak punya Allah saja'
Kata kata itu membekas di hati saya sampai sekarang.
Ayah adalah pemberi nasehat yang hebat. Kata katanya selalu menyejukkan. Beliau selalu memberi tahu dengan bahasa yang baik dan nyaman. Memberi beberapa alternatif pilihan, sehingga terciptalah diskusi. Kata ayah, karena ayah ingin anak anak melakukan sesuatu itu berasal dari hati.

Dengan orang tua pegawai negeri, kami berpindah dari kontrakan satu ke kontrakan lainnya. Sampai akhirnya kami memiliki rumah sederhana.
Bongkar muat barang barang, angkat angkat lemari dan lain lain hal biasa bagi kami. Walau anak ayah empat orang perempuan semua, kami dididik untuk bisa berusaha melakukan apa apa sendiri. Termasuk angkat angkat lemari, betulin pompa air pakai kunci inggris. Saya malah lupa belajar masak sama mamah, hihi

Dimata saya, ayah adalah sosok yang tegas dan penyayang. Ketika ospek smp dan sma, saya harus bawa beragam perlengkapan dan dikuncir banyak. Pagi pagi sekali, mamah mamah memasak, dan ayah mengikat rambut kami menjadi beberapa kunciran sesuai yang diperintahkan kakak kakak sma. Kunciran ayah begitu rapih, sepertinya lebih rapih dari buatan saya, haha...
Ketika ospek kuliah, saya sudah menggunakan jilbab, ga dibantuin bikin kunciran lagi deh. Masih dibantuin dalam hal lain, mencari tugas ospek 😂😂

Selain sebagai seorang ayah, beliau menjadi kepala salah satu Sekolah Berkebutuhan Khusus di Bogor. Beliau juga membantu organisasi tuna netra muslim. Dan ada beberapa kegiatan lainnya. Ayah ahli dalam administrasi, rapi, dan terencana. Duu kok ga nurun ke anak sulungnya yang ini ya? Haha

Ayah senang menolong, baik secara waktu, moril maupun materi. Padahal ekonomi kami termasuk keluarga sederhana.
Kegiatannya terkadang melibatkan kami, membuat surat, nge print dan lain lain. Dulu saya protes sama ayah, kenapa sibuk mengurus orang lain. Beliau selalu menjawab dengan senyuman, selagi kita masih bisa menolong, lakukanlah.
Walau protes, yang ayah minta tetap saya lakukan sih, hihi...

Ayah adalah ayah yang sangat spesial bagi kami.
Ayah tak pernah lelah berjuang membahagiakan keluarganya.
Jika saya masih remaja, saya mau memberikan surat cinta untuk ayah saya. Bahwa saya betul betul menyayanginya. Tak ada kata kata yang bisa melukiskan besarnya cinta saya padanya.

Ini adalah cuplikan puisi untuk ayah yang pernah saya buat sebelumnya.

"Ayah ..."
Darinya kami belajar
Rasa senang itu sewajarnya & bisa kita dapat tanpa melukai & menyakiti
Rasa sakit itu bisa sembuh tanpa harus melewati benci & dendam
Bahagia itu tidak hanya soal saya dan mendapat, tapi soal dia mereka & memberi
Berbuat baik itu pada siapa saja tak perlu harus yang berlabel sama dengan kita, karena nilai kebaikan akan tetap bernilai baik dimata Allah

Sekarang waktu itu sudah berlalu dan tak akan kembali.
Ayah sudah tak bersama kami. Foto foto bersama pun hilang bersama laptop, flashdisk dan handphone yang rusak. Tapi ayah selalu bersama kami, ada di hati kami.
Sekarang kami hanya bisa bertemu didalam doa.
Ayah dan mamah, semoga berbahagia di surganya Allah ya 😃
Ada banyak hal yang belum saya lakukan. Saya belum bisa membahagiakan mereka. Tapi ada hal yang masih bisa saya lakukan walau beliau sudah tiada. Berusaha menjadi anak yang baik, bersilaturahmi pada teman teman ayah, mewujudkan cita citanya dan selalu mendoakannya.
Ayah, love you always 

Teman teman, bersyukurlah masih bisa menemui ayahnya.
Hari ini, sudah menelepon ayah?

3 comments:

  1. Aduh, mrembes mili bacanya.. jadi kangen Papa..

    BalasHapus
  2. Jadi inget wkt mindahin lemari(berat nya),Eh tp bs jg ya kita,jd dh ga aneh lg buat geser2 perabotan dirumah walo kita perempuan,kalo naik k atep rumah mah blm bisa hehehe

    BalasHapus
  3. Sosok Ayah yang hebat ya Mba, saya jadi kangen Bapak. Belum telpon sekarang, kemarin sudah hehe

    BalasHapus

 

TENTANG

Search Artikel

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Kumpulan Emak Blogger

Mom Blogger Community

Mom Blogger Community
Member of MBC

Copyright © 2015 • Seribu Langkah Seribu Rasa
Blogger Templates