Rumah




Minggu, 19 Mei 2019
Pagi ini sengaja
Melewati sebuah bangunan 
Bersejarah dan ada banyak cinta disana
Lebur bersama majunya waktu

Keluarga bahagia


Kulihat sekilas
Masih berdiri tegap
Dengan penampilan yang berganti
Terlihat dua anak berlarian bahagia

Memoripun kembali melayang
Saat kami tertawa bahagia
Makan mie satu piring bersama
Buatan tanganya yang lembut

Melintas saat ayah memarahi
Tak ada bentakan, pelototan kasar
Memberi nasihat dengan intonasi biasa
Tapi masuk kedalam relung

Tembok tembok itu menjadi saksi
Canda tawa haru tangis mewarnai
Perjalalanan langkah langkah dunia
Beberapa anak manusia

Merindu
Tempat bercanda & tertawa
Hangat menenangkan
Surganya dunia
Tempat itu adalah rumah

8 comments:

  1. Menjelang idul fitri gini baca puisi tentang rumah bikin kangen ya mba... BTW besok mudik enggak mba?

    BalasHapus
  2. Rumah,
    tempat yang paling nyaman untuk pulang setelah lelah menantang takdir
    tempat yang paling nyaman untuk berkeluh kesah ...

    BalasHapus
  3. Rumahku istanaku, rumahku surgaku..

    BalasHapus
  4. Aku pikir tulisan blog pnjang, ternyata puisi ya mbak. Menarik, memang rumah selalu menjadi istana hati.

    BalasHapus
  5. Rumah..menyimpan kenangan terindah, seberapa jauh kaki melangkah rumah selalu memanggil diri kembali.

    BalasHapus
  6. Ini pesannya sangat kuat Mbak. Tentang kerinduan rumah dan keinginan untuk mudik. Rumah memang menyimpan banyak kenangan. Suka duka. Ternasuk rumah masa kecil saya sampai usia 22 tahun di Makassar, Mbak.

    BalasHapus
  7. Rumah tempat yang nyaman dan membawa ketenangan ya, mau kemanapun kita pergi, pasti kembali ke rumah dan kumpul bersama keluarga.

    BalasHapus
  8. Salam kunjungan dan follow disini ya :)

    BalasHapus

 

TENTANG

Search Artikel

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Kumpulan Emak Blogger

Mom Blogger Community

Mom Blogger Community
Member of MBC

Copyright © 2015 • Seribu Langkah Seribu Rasa
Blogger Templates