Belanja Asyik Gaya Milenial dengan QR Code Standar




Sabtu, 26 Oktober 2019
"Duu gak bawa dompet"

Panik attack deh, pernah mengalami?

Di era tahun 2000an ke bawah, dompet adalah barang berharga wajib dibawa kemana mana.
Kenapa? Karena uang cash sebagai alat tukar utama sangat memegang peranan penting. Jika lupa bawa dompet, saya bisa balik lagi ke rumah walau sudah jalan kaki lumayan jauh.

Waktu berjalan, dan handphone mulai banyak digunakan. Teknologi handphone berubah dengan cepat. Aplikasi di hp pun mulai bermunculan. Hp mulai menjadi barang penting yang harus dibawa, ketinggalan hp dirumah seperti ketinggalan uang. Semua ditaruh di hp, mulai foto, dokumen, belum lagi aplikasi yang menyertainya seperti whatsapp, media sosial, mobile bangking dan lain lain.

Tahun1994, DensoWave perusahaan Jepang merilis kode QR ke publik. Kode ini digunakan industri otomotif, mulai sistem komunikasi, hingga efesiensi pengiriman dan slip transaksi. Sejak saat itu kode QR semakin banyak digunakan di industri Jepang. Denso Wave menyediakan spesifikasi kode QR untuk publik. Sehingga siapapun dapat menggunakan kode QR dengan bebas dan gratis. Pengembang menginginkan agar kode ini bermanfaat untuk sebanyak-banyaknyaorang.

QR Code
(Photo by shutterstock)

QR atau Quick Response (respon cepat) adalah kode berbentuk kotak-kotak, merupakan evolusi dari barcode (kode batang) yang satu dimensi menjadi dua dimensi. Biasanya, para pengguna smartphone menggunakan kode QR untuk melihat informasi tertentu yang ada di dalamnya atau melakukan pembayaran melalui uang elektronik.

Di era milenial ini, kode QR sudah menjadi salah satu alat yang sangat diperlukan untuk bisnis dan kehidupan banyak orang. Mulai membuat kartu nama yang menyimpan banyak data, hingga tiket elektronik dan sistem tiket penerbangan yang diterapkan di semua bandara.

Di Indonesia sendiri, ada beragam aplikasi yang menggunakan QR baik hanya untuk membaca buku atau transaksi keuangan. Ya, sekarang transaksi keuangan tidak harus membawa uang cash.Cukup membawa smartphone, pindai QR Code dan transaksi keuanganpun terjadi.

Pindai QR Code
Photo by shutterstock

Di Indonesia QR Code mulai dikenal masyarakat melalui aplikasi ojek online yaitu Gojek dan Grab. Gojek dengan Gopay dan Grab bekerjasama dengan Ovo. Beragam discount menarik jika kita melakukan pembayaran melalui qr code membuat banyak masyarakat semakin mencari tahu dan menggunakan aplikasi keuangan yang menggunakan QR Code.

Bank di Indonesia juga sekarang sudah bisa melakukan transaksi dengan QRCode. Bank yang pertama melakukannya adalah BNi dengan aplikasi YAP!(YourAllPayment). Ada BCA dengan QRku, jika sudah memiliki mobile bangking BCA, pemilik account BCA sudah bisa melakukan transaksi dengan QRCode. Ada MyQR dari BRI dan Mandiri Pay dari Bank Mandiri. Selain itu ada aplikasi keuangan yang bisa melakukan pembayaran cash less, menggunakan QR Code seperti Dana, Ovodll.

"Sangat simple, cukup pindai dan transaksi pun beres"

Itulah alasan semakin banyak orang menggunakan aplikasi keuangan e wallet yang dilengkapi dengan QR Code. Tidak perlu selalu bawa uang cash, cukup dengan smartphone bisa melakukan beragam transaksi.

Selama ini, setiap layanan atau aplikasi memiliki model QR Code yang berbeda-beda sehingga ketika toko ingin menyediakan layanan pembayaran yang beragam, maka ia harus menyediakan lebih dari satu QRCode.

Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia, Bank Indonesia (BI) merilis standar untuk penggunaan QR Code di Indonesia atau QR Code Indonesia Standard (QRIS). Implementasi QRIS dalam skala nasional akan mulai berlaku secara efektif pada 1 Januari 2020 mendatang.

Dengan adanya QR Standar ini,satu QR Code bisa digunakan oleh beragame wallet yang menggunakan QRCode. Misalnya, satu kode disatu penjual merchant bisa di-scan untuk membayar menggunakan Go-Pay atau Ovo.

Dengan adanya QR Code standar, satu merchan hanya satu QR code dan ini akan lebih memudahkan merchant menerima berbagai pembayaran melalui e wallet Pembeli pun akan semakin mudah bertransaksi.

Jangan lupa teman teman, ada hal hal yang harus diperhatikan ketika melakukan transaksi keuangan menggunakan QR Code melalui smartphone
🌼 Aplikasi QR Code menggunakan kuota internet. Pastikan kuota internet kita cukup sehingga ketika memindai kode QR Code di gerai atau toko berjalan lancar dan terbaca.

🌼 Ada saldo atau deposit uang pada aplikasi keuangan kita yang cukup untuk melakukan transaksi, karena jika tidak maka transaksi tidak bisa dilakukan.

Fitur Qr Code Standar ini dikembangkan untuk mempermudah transaksi sehingga menjadi lebih simpel.
So, jangan sampai membuat kita menjadi rajin belanja alias lapar mata. Termasuk saya nih, apalagi jika lihat discount transaksi via QR Code, harus lebih banyak ngerem. Betul ladies? Atau pemuda dan bapak bapak bisa lapar mata juga?

Dengan beragam kemudahan transaksi yang ada, kita tetap harus bisa mengatur keuangan agar tidak besar pasak daripada tiang. Setuju ?


#feskabi2019
#gairahkanekonomi
#pakaiQRstandar
#majukanekonomiyuk
#QRstandarpembayarandigitalalamillenial

1 comments:

  1. aduuhh udah ga sabar januari 2020 biar 1 QR aja sesuai standar bi, jadi penjual ga perlu nyediain banyak QR, memang ini cara pembayaran yang simple, ga bingung soal uang kembalian, ga ribet bawa uang cash, cepat karena tap langsung selesai

    BalasHapus

 

TENTANG

Search Artikel

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Kumpulan Emak Blogger

Mom Blogger Community

Mom Blogger Community
Member of MBC

Copyright © 2015 • Seribu Langkah Seribu Rasa
Blogger Templates